Malam Ahad di Seririt terasa berbeda, diselimuti kehangatan persaudaraan yang kental di halaman kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). Area yang biasanya tenang kini riuh oleh tawa dan obrolan ringan, diterangi oleh layar putih besar yang siap menayangkan film Sang Pencerah. Acara nonton bareng (Nobar) ini sukses menyatukan warga Muhammadiyah dari PCM Seririt, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), dan para simpatisan. Aroma jajanan malam hari berpadu dengan antusiasme hadirin, menciptakan suasana yang benar-benar ‘enak’ dan merangkul semua kalangan. Momen ini bukan sekadar menonton film, melainkan sebuah rekreasi rohani dan sosial yang mempererat ikatan jama’ah, menjadikan malam itu sebuah perayaan kebersamaan dalam meneladani semangat pendiri organisasi.
Begitu film dimulai, keheningan menyelimuti penonton, membawa mereka larut dalam kisah perjuangan K.H. Ahmad Dahlan. Dari duduk bersila sambil lesehan sederhana yang tertata rapi, setiap pasang mata terpaku pada layar, seolah ikut merasakan semangat pembaharuan yang tak kenal lelah. Pesan-pesan moral tentang pentingnya ilmu, kepedulian sosial, dan kemandirian seakan hidup kembali dalam suasana malam yang sejuk itu. Usai pemutaran, diskusi ringan dan refleksi singkat muncul secara spontan, menegaskan bahwa kegiatan Nobar ini jauh lebih bermakna—menjadi suntikan semangat untuk melanjutkan ‘pencerahan’ di lingkungan Seririt. Malam Ahad itu pun ditutup dengan optimisme dan rasa syukur, meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan persatuan dalam menyambut masa depan.





