Malam itu, suasana rumah terasa jauh lebih tenang namun dipenuhi kehangatan yang berpendar dari ruang keluarga kami. Di bawah temaram lampu ruang tengah, Khansa Atikah Risma outri kedua kami tampak begitu antusias menyambut usia barunya yang ke-6. Dengan rambut yang tertata rapi dan senyum yang tak lepas dari wajahnya, Khansa duduk dikelilingi oleh keluarga tercinta yang sengaja menciptakan suasana “rumah makan santai di rumah sederhana” di ruang keluarga sendiri. Jenis masakan yang simpel dengan aroma menyerbak, menambah keakraban saat canda tawa mengalir di antara suapan demi suapan makan malam bersama. Meski hanya di rumah, dekorasi sederhana dan kehadiran orang-orang terdekat membuat malam itu terasa jauh lebih istimewa daripada restoran berbintang mana pun.
Puncak kebahagiaan terjadi saat lampu ruangan dipadamkan sejenak, menyisakan cahaya keemasan dari sebatang lilin angka enam yang berdiri tegak di atas kue tart mini yang cantik. Khansa menatap pendar api itu dengan mata berbinar, sementara Papa dan Mama memimpin doa tulus agar putri kedua mereka selalu tumbuh dalam kesehatan, kecerdasan, dan kebaikan budi sesuai dengan nama indahnya. Setelah menarik napas panjang, Khansa meniup lilinnya hingga padam, disambut riuh tepuk tangan dan pelukan hangat dari seluruh anggota keluarga. Malam itu ditutup dengan manis lewat lembutnya potongan kue tart pertama yang dinikmati bersama, menjadi sebuah kenangan sederhana namun mendalam yang akan selalu tersimpan di hati Khansa dan keluarga.





