Udara pagi di SMP Negeri 1 Banjar terasa sedikit berbeda. Bukan karena mendung, melainkan karena getaran semangat dan harapan yang memancar dari setiap sudut sekolah. Selama dua hari penuh, dari tanggal 7 dan 8 November 2025, SMP yang dikenal dengan rindangnya pohon dengan prestasi Adiwiyata ini menjadi saksi bisu sebuah “ujian” penting: Akreditasi.
Ini bukan sekadar kunjungan, melainkan sebuah pertunjukan harmoni yang telah dipersiapkan beberapa bulan sebelumnya. Para Asesor yang datang dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) bagaikan juri yang cermat, mengamati setiap detail, mulai dari kebersihan hingga kompleksitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) guru-guru.
Hari Pertama dimulai dengan sambutan hangat yang khas Bali. Kepala Sekolah, Bapak Putu Astabawa, M.Pd dengan bangga memaparkan visi sekolah. Di ruang guru, tumpukan berkas dan dokumen menjadi saksi bisu kerja keras tim akreditasi sekolah sebagai bukti otentik standar pendidikan yang telah diterapkan. Guru-guru, yang biasanya sibuk mengajar, kini bergantian mempresentasikan inovasi pembelajaran mereka, menjawab pertanyaan asesor dengan keyakinan yang terpancar dari mata mereka.
Hari Kedua adalah puncaknya. Para asesor mulai berinteraksi langsung dengan murid-murid yang ceria dan penuh percaya diri. Di kelas, mereka mengamati proses belajar-mengajar yang interaktif dan penuh energi. Inilah sekolah yang hidup dan berkembang.

Saat sesi penutupan tiba, ketegangan berganti menjadi kelegaan dan senyum bangga. Para asesor memberikan catatan, namun yang paling utama adalah apresiasi atas kolaborasi apik antara Kepala Sekolah, guru, staf, dan komite sekolah.
Dua hari yang melelahkan, ya. Namun, bagi seluruh warga SMP Negeri 1 Banjar adalah rasa syukur atas dedikasi mereka. Akreditasi bukan hanya tentang mendapatkan nilai A; ini adalah tentang pengakuan bahwa kita telah memberikan yang terbaik untuk masa depan anak-anak Banjar. Kini, dengan hati yang lapang tinggal menanti pengumuman resmi, sembari kembali merancang inovasi pendidikan berikutnya.





